Your web-browser is very outdated, and as such, this website may not display properly. Please consider upgrading to a modern, faster and more secure browser. Click here to do so.

Ignasius Jonan, Dirut PT Kereta Api Indonesia
Ignasius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), baru saja terpilih menjadi CEO of Choice 2013. Penghargaan ini diberikan Majalah SWA terhadap para pemimpin perusahaan yang mendapatkan penilaian tinggi dari enam kriteria, yakni magnitude, complexity, inovasi, menciptakan pemimpin, performa, dan governance.
Berdasarkan kriteria itu, Dirut KAI berhasil menjadi yang terbaik. Menyusul kemudian, Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Sudirman MR (Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor), Iskandar (Dirut Biofarma), dan Dwi Soetjipto (Dirut Semen Gresik).
Berikut penuturan Jonan terkait kondisi di tubuh KAI kepada Ester Meryana dari SWA Online:
Read more > http://swa.co.id/headline/cerita-ignasius-jonan-tentang-kai

Stanly Fredrik Napoleon Mangindaan
Mengembangkan bisnis online travel agent (OTA)? Pertanyaan itu boleh jadi muncul dalam diri Stanly Fredrik Napoleon Mangindaan ketika mendapat tawaran dari pemilik perusahaan penerbangan Air Asia, Anthony (Tony) Francis Fernandes. Pasalnya, selama ini Stanly memang tidak memiliki pengalaman di dunia online.
Padahal, tawaran yang diajukan Tony kepada Stanly adalah membesarkan dua brand OTA sekaligus, yaitu AirAsiaGo (www. airasiago.com) dan AirAsiaExpedia (www.expedia.co.id). Stanly diharapkan Tony bisa mendukung bisnis utama perusahaan penerbangan ini.
Read more > http://swa.co.id/profile/stanly-mangindaan-orang-kepercayaan-tony-fernandes-di-bisnis-online-travel

Theodosius Surya Adhitama (Theo) dan Jozef Stephanus Aditamaputra (Stephen)
Sekarang, antre di bank atau kantor layanan pelanggan lainnya tak lagi harus berdiri menunggu giliran orang yang ada di depannya. Ketika masuk, customer hanya perlu tekan tombol mesin antrean otomatis (queuing system) untuk mendapatkan nomor antrean, plus nomor teller atau boks petugas yang akan melayani. Setelah itu, tinggal duduk manis di kursi yang disediakan untuk menunggu panggilan.
Nah, orang yang menangkap peluang bisnis di balik antrean di berbagai tempat itu adalah Theodosius Surya Adhitama (Theo) dan Jozef Stephanus Aditamaputra (Stephen). Keduanya mengembangkan mesin antrean otomatis yang tergolong dalam IT embedded system.
Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/entrepreneur-youngsterinc/perjuangan-theo-dan-stephen-muluskan-bisnis-mesin-antrean
1 note

Edward Mamahit, Chief of Global Marketing and Business Development PT Multistrada Arah Sarana
Achilles dan Corsa sebagai produk ban dari PT Multistrada Arah Sarana Tbk. baru-baru ini terpilih sebagai Brand of Choice By Community di Indonesian Consumunity 2013 yang diadakan oleh Majalah SWA dan Prasetiya Mulya.
Tak hanya merangkul komunitas dalam berbagai kegiatan, Multistrada juga melibatkan komunitas dalam penciptaan produk (co-creation).
Ada dua komunitas yang bersinergi dengan Multistrada dalam hal co-creation, yakni komunitas drifting dan komunitas penggemar fanatik klub sepakbola Persib Bandung (atau yang sering disebut Bobotoh).
Edward Mamahit, Chief of Global Marketing and Business Development PT Multistrada Arah Sarana, mengatakan, komunitas-komunitas drifting Multistrada bahkan sudah tersebar ke-25 negara.
Read more > http://swa.co.id/headline/co-creation-multistrada-libatkan-komunitas-drifting-hingga-bobotoh

Fahmi Ridho
Meski tidak berlatar belakang pendidikan formal dalam bidang teknologi informasi, Fahmi Ridho memiliki pengalaman yang tak bisa dibilang remeh. Kini, pria yang meraih gelar Sarjana Teknik dari FT Mesin dan Master Akuntansi ini menduduki jabatan IT Solutions Architect di PT Pegadaian.
Di tengah-tengah kesibukannya, Fahmi yang ditemui pada acara IBM Technology Conference & Expo 2013 sebagai salah seorang pembicara ini, berkenan berbagi pengalaman kariernya kepada SWA.
“Apa saja tugas yang dilakukan oleh seorang IT Solutions Architect?”
Read more > http://swa.co.id/profile/fahmi-ridho-arsitek-it-pegadaian

Dwi Soetjipto, Dirut PT Semen Indonesoa (Persero) Tbk.
Dwi Soetjipto, Dirut PT Semen Indonesoa (Persero) Tbk, tidak bisa dipisahkan dari sejarah restrukturisasi perusahaan ini, yang mulanya PT Semen Gresik (Persero). Sebagai pemimpin sebuah institusi BUMN besar, Dwi sadar, perubahan adalah suatu keharusan menjaga sustainabilitas pertumbuhan perusahaan.
“Nomor satu bagi pemimpin adalah integritas,” ungkapnya. Kalau integritas pada perusahaan, benar “duduknya” maka ia yakini, pikiran yang diambil itu benar-benar diarahkan untuk apapun yang terbaik bagi perusahaan. Untuk itu adalah harus “firm” pada konsep integritas itu, maka harus tahan pada intervensi atau hambatan dari luar. Kala melakukan perubahan yang lebih baik, di dalam perjalanannya pasti ada resistensi, maka itu harus dipahami bagaimana menghadapinya.
“Saya selalu sampaikan kepada semua orang, jangan pernah takut kalau ada yang tidak setuju, ada resistensi, karena itulah maknanya yang dalam kelompok transformasi organisasi,” katanya kepada Herning Banirestu. Karena dalam sebuah langkah yang semua orang itu setuju, artinya itu hanyalah kurva normal saja.
Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/dwi-soetjipto-nomor-satu-bagi-pemimpin-adalah-integritas

Ariandes Veddytarro Rozarius
Ingat iklan pasta gigi Sensodyne? Dokter gigi yang tayang di iklan tersebut, Ariandes Veddytarro Rozarius namanya, rupanya memilih berkarier di dunia korporasi ketimbang melakoni profesi dokter gigi. “Dalam membina karier, kita harus selalu positive thinking. Saya percaya bahwa saya bisa tumbuh di sini. Karena, jujur saja, saya lebih tertantang untuk bekerja di sebuah organisasi yang besar dibandingkan harus bekerja di satu ‘mulut saja’,” ungkap pemilik tinggi badan 175 cm ini lugas.
Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/ariandes-veddytarro-rozarius

Lorraine Natallie Ratulangi
Terinspirasi sang ayah yang berkecimpung di dunia perbankan, Lorraine Natallie Ratulangi pun memilih bidang keuangan sebagai pijakan kariernya. Lulus dari Jurusan Finance Mathematics University of Toronto, Kanada, ia diterima bekerja di Citibank. Di bank asing itu, ia mengawali karier sebagai Manajer Relationship pada 2003. Pada akhir 2006, ia pindah ke divisi investasi, persisnya di bagian pemasaran. “Di posisi ini, saya menangani pemasaran dan penjualan produk-produk investasi,” kata kelahiran Jakarta 26 Desember 1981 ini. Tahun 2007, ia didapuk menjadi Manajer Produk yang kemudian mengantarkannya ke posisi yang diembannya saat ini: Vice President Investment and Treasury Product Head.
Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/lorraine-natallie-ratulangi

Willy Siswopandoyo
Mengaku memiliki kecintaan pada karier di dunia media dan gaya hidup, tetapi Willy Siswopandoyo memilih menjalankan amanat keluarga untuk memimpin PT Wacana Indo Mitra. Distributor tunggal beberapa alat kesehatan ini memiliki cabang di berbagai kota, sebut saja Pekanbaru, Palembang, Batam, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Makassar, Manado dan Denpasar. “Saya diberi tanggung jawab melancarkan ekspansi,” ungkap Willy yang didapuk sebagai direktur.
Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/willy-siswopandoyo

Ervina Hasti
Lulusan Kedokteran Umum Universitas Trisakti ini memilih mengembangkan karier di dunia korporasi ketimbang di jalur klinis. Ervina Hasti, nama sang dokter, mengawali karier profesionalnya dengan bergabung di Soho. Selama tiga tahun di perusahaan farmasi papan atas itu, karier kelahiran Jakarta 1 Oktober 1981 ini terus benderang. Memulai sebagai Medical Executive sampai dipercaya menjadi Scientific Department Head. Putri pasangan (alm.) Harry S. Mintodiharjo dan dr. Erlita Liani Djohan ini lantas dipinang PT Otsuka Indonesia dan langsung diserahi dua tanggung jawab sekaligus: sebagai Senior Medical Advisor Manager dan Back-up Local Safety Manager of Pharmacovigilance.
Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/ervina-hasti

Harry Sutanto, Dirut Pelindo IV
Kesan pertama yang hadir dari pertemuan dengan Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo IV, adalah sifatnya yang ramah. Dengan senyum dan sapaan ringan, beliau mempersilakan kami dari SWA untuk masuk ke ruangan yang sudah disediakan di sebuah kedai kopi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ya, cukup bersyukur kami, karena pada saat yang bersamaan Sang Dirut ternyata sedang ada agenda di Jakarta, sehingga kami bisa bertemu langsung dengan dirut yang baru menjabat selama 1,5 tahun di Pelindo IV ini.
Setelah mempersilakan kami untuk bergabung di meja yang sama, tanpa perlu diminta, beliau pun langsung memperkenalkan diri kepada kami yang memang baru bertemu muka saat itu. Dengan logat Jawa yang masih cukup kental, sambil diselingi candaan-candaan, beliau tanpa basa-basi langsung membuka topik pembicaraan dengan menceritakan perihal kondisi yang sedang terjadi di wilayah timur Indonesia, wilayah jangkauan dari Pelindo IV.
Read more > http://swa.co.id/headline/harry-sutanto-kunci-kepemimpinannya-komunikasi-dan-komunikasi

Muhammad Nurussalam, Bussines Development Manager Marketing RS Hermina
Saat bicara tentang rumah sakit ibu dan anak (RSIA), salah satu brand yang terlintas pastilah RS Hermina. Sejak pertama kali berdiri tahun 1967 di wilayah Jatinegara, kini RS Hermina mampu mengembangkan jaringannya hingga 17 unit RS.
Apa kunci sukses rumah sakit ini hingga brand-nya begitu melekat di hati masyarakat? Berikut perbincangan SWA Online dengan Muhammad Nurussalam, Bussines Development Manager Marketing RS Hermina.
“Baru-baru ini RS Hermina berhasil meraih penghargaan Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2013. Bagaimana komentar Anda tentang kemenangan ini?”
Read more > http://swa.co.id/business-strategy/kunci-di-balik-kesuksesan-brand-rs-hermina

Budi Harjana (foto by: Lila Intana)
Kehidupan ekonomi keluarga yang sulit memaksa Budi Harjana harus bersekolah sambil bekerja sebagai loper koran. Sebelum bersekolah, ia harus mengayuh sepeda puluhan kilo untuk mengantarkan koran ke para pelanggannya.
“Itu pun bukan sepeda milik saya, melainkan milik bos agen koran,” kenang Budi. Sampai suatu ketika, ada salah satu pelanggannya yang berbaik hati menghadiahkan sepeda baru. Bermodalkan sepeda itulah kemudian selepas SMA, Budi memutuskan untuk menjadi penjual geplak (makanan camilan khas Yogyakarta).
Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/budi-harjana-loper-koran-yang-lejitkan-batik-bantul-hingga-ke-jepang
Siapa tak kenal pria berkacamata kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini? Emirsyah Satar adalah seorang akuntan lulusan Universitas Indonesia tahun 1985 yang meretas keterpurukan Garuda Indonesia. Ayahnya seorang diplomat asal Padang. Emir kecil pernah mencicipi tinggal di berbagai belahan dunia, Praha dan Meksiko di antaranya. Lalu, setamat S-1 Akuntansi UI, ia sempat belajar di Sorbonne, Perancis.
Sepanjang tahun 1998 sampai 2003, Emir bertugas sebagai Direktur Keuangan Garuda Indonesia. Dua tahun selanjutnya sampai 2005, ia duduk di kursi Wakil Direktur Utama Bank Danamon. Usai mengemban jabatan itu, ia kembali ke pangkuan Garuda dengan posisi Presiden Direktur dan CEO, tepatnya sejak bulan Maret.
Dengan pengalaman profesional panjang dan usia 54 tahun, sebenarnya orang akan maklum jika Emir menampakkan garis-garis keletihan. Namun, yang terjadi justru berkebalikan. Dia sama segarnya dengan orang muda 30 tahunan.
Antusiasme Emir tak surut-surut, salah seorang VP-nya bersaksi. Usai memamerkan kinclongnya kinerja Garuda sepanjang 2012 dalam RUPS siang itu, Emir sigap bergegas menuju kafe Hotel Mulia, Jakarta untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnisnya yang kebetulan datang dari luar negeri. Agenda ini disambungnya dengan temu koordinasi sejenak dengan para VP sampai mendekati waktu makan malam.
Orang biasa pasti ingin cepat-cepat istirahat kalau sudah begitu. Tapi, Emir masih menyisihkan senyum untuk para pekerja Hotel Mulia. Tak ada yang tak kenal dia di situ. “Rumah saya di belakang rumah Pak Emir, lho,” cerita petugas kebersihan sambil, entah mengapa, ikut bangga juga dengan orang nomor 1 Garuda itu.
Begitulah pribadi pemenang survei “The Best CEO 2013”. Ingin dengar penuturan dari mulut Emir sendiri tentang kepemimpinannya di Garuda? Simak wawancaranya dengan Rosa Sekar Mangalandum berikut ini:
“Bagaimana Anda menjalankan peran perintis di Garuda?”
Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/emirsyah-satar-pemimpin-harus-punya-visi-dan-menjadi-motivator
Page 1 of 45